Bantul, 18 Juli 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara akademik dan spiritualitas. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Mujahadah Akhir Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 yang digelar pada Jumat (18/07/2025).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI ini menjadi agenda rutin setiap akhir semester, sebagai sarana doa bersama untuk mengawali Ujian Akhir Semester (UAS) sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas berakhirnya perkuliahan.
Ketua panitia mujahadah, Putra Amaliansyah, yang juga menjabat sebagai Ketua DEMA FEBI, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi penguat mental dan spiritual mahasiswa dalam menghadapi ujian.
“Semoga dengan mujahadah ini, kita diberi kelancaran dalam menjalani UAS dan mendapatkan nilai yang maksimal,” ujarnya.
Muhammad Arif Kurniawan, S.H.I., M.E.I., dalam sambutannya, menyampaikan bahwa mujahadah adalah bagian dari karakter FEBI sebagai institusi yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual.
“Dengan mujahadah, kita mengungkapkan rasa syukur kepada Allah Swt. karena telah menyelesaikan semester ini dengan lancar, serta berharap ilmu yang kita peroleh menjadi ilmu yang barakah dan bermanfaat, baik secara duniawi maupun ukhrawi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dekan FEBI itu juga memaparkan sejumlah program yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, seperti UAS yang berlangsung pada 21–26 Juli 2025, serta program educational trip ke Jawa Barat yang akan diikuti oleh mahasiswa semester empat pada bulan Agustus.
“Tak lupa juga, kami doakan untuk mahasiswa semester delapan—yang akan munaqasah, masih revisi, atau tengah menyusun skripsi—semoga diberi kelancaran dan keberkahan, terlebih dengan wasilah mujahadah ini,” tambah Arif, sebelum memimpin pembacaan Surah Al-Fatihah sebagai penutup resmi perkuliahan semester genap.
Mujahadah dipimpin oleh H. Mohamad Faozi, Lc., M.H., salah seorang dosen senior FEBI. Dalam pembukaannya, ia mendedikasikan pahala mujahadah untuk para pendiri IIQ An Nur Yogyakarta, yaitu KH. Nawawi Abdul ‘Aziz dan Ny. Hj. Walidah Moenawwir.
“Dengan mujahadah ini, kita menautkan diri dengan para pendiri. Semoga dengan keberkahan beliau, kita dilimpahi ilmu yang bermanfaat, dilancarkan dalam ujian, dan diberi hasil maksimal dalam berbagai program ke depan,” tuturnya.
“Kalau ada waktu, ziarahlah ke maqbarah beliau. Tidak harus bersama, ziarah sendiri pun bisa. Ini bagian dari menautkan hati dengan perjuangan beliau,” imbuhnya.
Sebagai penutup acara, Puji Solikhah, M.M., Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, menyampaikan pengarahan teknis terkait perubahan sistem UAS yang akan diberlakukan semester ini.
“Berbeda dari sebelumnya, UAS kali ini mengikuti jadwal masing-masing mata kuliah, tidak lagi menggunakan jadwal khusus,” jelasnya.
Puji juga membuka sesi diskusi interaktif agar mahasiswa memahami secara menyeluruh aturan baru tersebut. [MAF].
