Dua Dosen FEBI IIQ An Nur Ikuti Pelatihan Kurikulum OBE dan PjBL Berbasis AI

Pelatihan SEVIMA - Dua Dosen FEBI IIQ An Nur Ikuti Pelatihan Kurikulum OBE dan PjBL Berbasis AI

Bantul — Dua dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta mengikuti kegiatan Pelatihan Penyusunan Kurikulum OBE & Project Based Learning dengan ChatGPT & AI, Senin (13/10/2025). Pelatihan ini diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) “MMTC” Yogyakarta bekerja sama dengan PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA) Surabaya.

FEBI IIQ An Nur Yogyakarta mengirimkan dua peserta, bergabung dengan sekitar 300 dosen dan pimpinan perguruan tinggi se-DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kedua utusan tersebut adalah Puji Solikhah, SE., MM. dan Edo Segara Gustanto, SE, ME.

Kegiatan dibuka oleh Ketua STMM “MMTC” Yogyakarta, Dr. R.M. Agung Harimurti, M.Kom., bersama Chief Marketing Officer (CMO) SEVIMA, Andry Huzain. Dalam sambutannya, keduanya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Project-Based Learning (PjBL) dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat mendalami strategi penyusunan kurikulum berbasis capaian pembelajaran serta penerapan teknologi AI guna meningkatkan mutu akademik dan meraih akreditasi unggul,” ujar Harimurti.

Sebagai pemateri pertama, Wahyudi Agustiono, M.Kom., Ph.D., Manager SEVIMA sekaligus dosen Universitas Trunojoyo Madura, memaparkan dasar filosofis dan teknis penerapan OBE dan PjBL di perguruan tinggi.

“OBE membantu perguruan tinggi merancang kurikulum yang selaras dengan capaian pembelajaran dan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd., Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) periode 2017–2020. Ia menekankan pentingnya penerapan kurikulum berbasis hasil dan asesmen berkelanjutan dalam proses akreditasi.

“Dengan kurikulum berbasis hasil dan evaluasi yang berkelanjutan, perguruan tinggi dapat bergerak menuju akreditasi unggul,” tutur Sutrisna.[]