Batch Ke-2 Pengabdian FEBI IIQ An Nur dan LAZISNU DIY Kembali Digelar

Pengabdian Batch 2 1 - Batch Ke-2 Pengabdian FEBI IIQ An Nur dan LAZISNU DIY Kembali Digelar

Bantul – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IIQ An-Nur Yogyakarta kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat Batch Ke-2 bekerja sama dengan LAZISNU DIY. Kegiatan yang mengusung tema “Literasi Keuangan Syariah Berbasis Masjid” ini kembali digelar sebagai respon atas tingginya antusiasme masyarakat pada pelaksanaan Batch pertama. Acara batch ke-2 ini diselenggarakan di Masjid Al-Mu’min, Jl. KH. Ali Maksum Janganan, Glugo, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul.

Pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman jamaah dan takmir masjid mengenai manajemen keuangan syariah, pengelolaan dana umat, serta pemanfaatan instrumen ZISWAF untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan berbasis masjid, kegiatan ini dirancang agar edukasi keuangan syariah lebih dekat, mudah dipraktikkan, dan relevan dengan kebutuhan jamaah.

Pada Batch Ke-2 ini, tim dosen FEBI IIQ An-Nur bersama LAZISNU DIY menghadirkan materi yang lebih aplikatif, di antaranya adalah: (1). Tata Kelola Keuangan Masjid yang Transparan dan Akuntabel, (2). Optimalisasi Dana Masjid melalui ZISWAF, (3). Digitalisasi Penghimpunan Dana Masjid, (4). Peran Masjid sebagai Pusat Literasi dan Edukasi Keuangan Umat. Beberapa dosen FEBI IIQ An Nur yang terlibat adalah: Rarasati Mawftiq, Bani Idris Hidayanto, Mohammad Faozi, dan Edo Segara Gustanto selaku perwakilan LAZISNU DIY.

Dekan FEBI IIQ An Nur, M. Arif Kurniawan, menyampaikan bahwa keberlanjutan program ini menunjukkan komitmen FEBI IIQ An-Nur dan LAZISNU DIY dalam memperluas dampak pengabdian yang inklusif dan berkelanjutan. “Masjid merupakan pusat berkumpulnya umat. Dengan meningkatkan literasi keuangan syariah di lingkungan masjid, kita berharap lahir tata kelola keuangan yang lebih amanah, transparan, dan produktif untuk kesejahteraan jamaah,” ujarnya.

Ketua Takmir Masjid Al-Mu’min, Dedi Hermawan, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Program seperti ini sangat kami butuhkan. Banyak takmir yang semangat berkhidmah, tetapi belum semua memahami standar pengelolaan keuangan syariah yang baik. Melalui pelatihan ini, kami merasa lebih percaya diri dalam menjaga amanah jamaah. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut agar masjid semakin berperan sebagai pusat pemberdayaan umat,” ungkapnya.

Kegiatan Batch Ke-2 ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas takmir dan masyarakat dalam mengelola keuangan secara syariah, sekaligus mendorong masjid menjadi motor pemberdayaan ekonomi yang berorientasi pada kemaslahatan umat.[]